Selasa, 08 Maret 2011

Apa sih galau itu? galau adalah …

along the ‘dunia maya’, i think i have to explain what galau means to me


menurut saya, galau itu adalah sesuatu jenis emosi yang BERBEDA dengan sedih, marah, kesal, putus asa, cengeng atau yang lain. Ia adalah sesuatu cabang yang ‘baru’ berdiri.

Galau, saya merasakannya ketika pertama kali mendengar lagu-lagu ambient, shoegaze, dan postrock. mungkin pendekatan yang cukup tepat untuk mendeskripsikannya adalah ketika saya sendiri, menatap sebuah nature-scapes, sky-scapes, land-scapes, dengan tambahan 1 parameter wajib, TEMPERATUR!! biasanya dibawah 25 derajat celcius.

dari situ entah kenapa timbul suatu yang bernama ambient, sesuatu yang menyemburkan semburat ‘nafas’ atau sesuatu yang seperti udara, yang bila kita hirup, kita rasakan ‘scent’ nya, saat itulah muncul suatu emosi semacam damai, tenang, sedih tapi bukan sedih (saya juga belum menemukan kata yg tepat), kesepian yang pekat, semburat cahaya yang tak menimbulkan kesilauan, dan perasaan-perasaan yang kita tak tau namanya tetapi sangat ingin kita semburkan melampaui batas-batas fisik manusia.

terdengar abstrak mungkin, tapi ya intinya defiinisi galau menurut saya bukanlah berasal dari kelabilan jiwa, sedih, desperate, marah, cinta atau perasaan ‘ikut2an’ lainnya. ia adalah semburat dari sesuatu yang menciptakan rasa agung, semburat yang melahirkan rasa cinta terhadap sang pencipta.

bagaimana menurut anda?

my song that burst my galau-scent
http://hanifprincestrat.wordpress.com/my-portofolio/
tawang wengi

Selasa, 25 Januari 2011

Fakta tentang Twitter


  • Wajah aseli tak seindah avatar.
  • Kalo ada isu hangat langsung over capacity.
  • Di-unfollow karna nggak nge-foll-back.
  • Dimention tiap hari karena nggak ngefollback.
  • Banyak orang yang menyangka kalo RT itu artinya ReplyTo dan akhirnya keterusan. *sigh*
  • Hobby RT ketimbang reply.
  • Diem-diem menikmati omongan jorok tapi segan ikutan komen dan reply.
  • Delete tweet yang salah, malu ketauan begonya.
  • Jauh di peta, dekat di timeline.
  • Belom pernah ketemu tapi bisa becandaan asik.
  • Tatakrama nggak boleh motong obrolan orang terlupakan, orang-orang #nyamber sembarangan.
  • Kalo artis/public figure di RT, kalo bukan, di reply pun nggak.
  • Banyak yang terpaksa menyiksa mata dan batin sendiri, karena ‘nggak enak’ (lagi) mau unfollow.
  • Twitter menjadikan hal-hal yang tabu menjadi patut & layak diperbincangkan.
  • Di timeline terlihat mercerca tapi sebenarnya mereka mesra.
  • Dua tipe pengguna; 1) those who think before tweet or share, dan 2) just tweet and go. EGP emang gue pikirin.
  • Saling sindir tanpa mention.
  • Tweet menarik nggak menjamin Anda difollow, frekuensi muncul di media massa udah pasti menggalang umat.
  • Lama nggak ngetweet bukan karena sibuk. Tapi karena nggak tau mau ngetweet apa.
  • Masukin orang-orang ke lists supaya tetep bisa baca timelinenya tapi jumlah following gak bertambah
  • Selain jumlah tweets, hakul yakin, Indonesia salah satu negara dgn jumlah ReTweetist terbanyak.
  • Koleksi quote, biar bisa (disangka) bijak di twitter
  • Twitter = NATO ? No Action Tweet Only. Terjadi seperti vote komodo. Cuma ikut nge-RT tapi nggak ikutan ngevote.
  • Orang berbicara lebih banyak di tweet daripada kenyataan.
  • Words sometimes draw a thousand meaning than it appears.
  • Unfollow = unfollowback tapi follow belum tentu followback.
Meski saya baru mulai ngetwit, banyak kena juga. icon lol Fakta Twitter: Semua Hal Tentang Twitter
Anda?

Senin, 24 Januari 2011

Glee Cast

Saya pertama kali mengetahui Glee dari global Tv, awalnya ga begitu tertarik dengan serial ini, karena selain musikal, saya juga belum pernah dengar sebelumnya. Namun karena bosan dengan iklan Glee yang diputar terus di TV, akhirnya maksa nonton 1 episode dulu  And surprisingly I like it..!!

Glee bercerita tentang klub musik bernama 'Glee' (semacam ekskul di Indonesia) di McKinley High School Ohio, US. Awalnya kesan yang pertama muncul dari para personil Glee Klub adalah kumpulan siswa-siswa underdog yang ingin eksis di sekolah tersebut, awalnya saya mengira serial ini akan menjadi seperti serial Ugly Betty, tetapi ternyata Glee menawarkan lebih, karena selanjutnya banyak juga mahasiswa yang sangat populer join klub itu (entah kebetulan atau by accident :P). Yang cukup unik dari klub ini adalah, selain anggotanya terkesan underdog, karakter masing-masing anggota sangat berbeda, sepertinya memang hal ini yang ditawarkan dari Glee, sesuai dari tagline-nya di iklan: "Glee is about being yourself...". Quite inspirating, right?

Hal lain yang menjadi daya tarik (aka komersil) dari serial ini (dan mungkin ini adalah unsur ygsterpenting) adalah musik-musik yang dibawakan oleh personil Glee, ya harus saya akui musik-musik dalam serial Glee sangat berkualitas, seakan setelah nonton serial ini, 'High School Musical' terkesan seperti serial anak-anak murahan, alias tidak apa-apanya! (no offense please ;)). 
Serial garapan Ian Brenna, Brad Falchuk, dan Ryan Murphy sepertinya digarap dengan serius, walaupun ber-genre komedi musikal (tipical popcorn movie :D) tetapi alur dan penokohannya terlihat rapi dan terencanakan, begitu juga dengan pesan moral yang terdapat didalamnya. Sejauh ini sudah 13 episode yang ditayangkan, dan menurut saya kualitasnya sangat stabil, tergarap rapi, tidak ada cerita yang 'tanggung' atau 'absurd' sejauh penilaian saya. Salut dengan serial ini yang berhasil menyeimbangkan komposisi ceerita dan musiknya, alias tidak 'berat sebelah' (yang biasa menjadi kekurangan film musikal). Dalam setiap episode ada sekitar 6-10 lagu di serial ini, kebanyakan adalah lagu populer dengan sedikit (atau banyak) remix dengan unsur alcapella khas Glee. Dan yang hebat adalah, semua personil benar-benar menyanyi. Ya! Tidak seperti Zach Effron yang 'pura-pura' menyanyi di High School Musical, semua aktor di Glee benar-benar bisa menyanyi. Terbayangkan bertapa sulitnya proses audisi menemukan aktor-aktor seperti mereka. Adegan musikalnya pun terlihat natural (walau kadang terlihat dipaksakan, but its ok), jangan dibandingkan dengan film India yang selalu nari-nari ga jelas setiap nyanyi :D.
Sebagai tolak ukur kualitas serial ini, sudah banyak penghargaan yang diraih oleh film ini, termasuk diantaranya: Golden Globe Award for Best Television Series – Musical or Comedy, dan juga dinominasikan pada kategori Best Actor – Television Series Musical or Comedy (Matthew Morrison), Best Actress – Television Series Musical or Comedy (Lea Michele) dan Best Supporting Actress – Series, Miniseries or Television Film (Jane Lynch).

Beberapa Tokoh utama di Glee:

Will Schuester (Matthew Morrison)
Aslinya Will adalah guru bahasa Spanyol di sekolah McKinley High, namun dia juga menjadi pembimbing klub Glee, dimana yang menjadi obsesinya, bahkan demi mempertahankan klub ini, dia rela meninggalkan tawaran kerja dengan gaji lebih besar. IMHO, jika dibandingkan dengan penyanyi pria lain di serial ini, Will merupakan penyayi pria dengan suara terbaik menurut saya (ini pendapat pribadi loh). Saya suka ketika dia menyanyikan lagu rap 'Gold Digger' Karya Kanye West... Damn, he can rap..! Cool, huh?







Sue Sylvester (Jane Lynch)
Peran Sue Sylvester di serial ini adalah sebagai pelatih cheerleade, menurut saya pribadi pemilihan aktris Jane Lynch sangat brilian, karena dia terbukti sukses berperan sebagai antagonis dan guru yang paling 'sadis' di serial ini :D. Dia juga  punya peran penting dalam serial ini, serial Glee tanpa Sue Sylvester rasanya seperti Star Wars tanpa Darth Vader... Seberapa sadiskah Sue Sylvester..? Lihat saja kata-kata yang paling memorable dari Mrs Sue:    
5. “Sue Sylvester’s rainbow tent will gladly protect you from his storm of racism.”    
4. “Oh, hey, buddy. I thought I smelled failure.”    
3. “Your delusions of persecution are a telltale sign of early stage paranoid schizophrenia.”    
2. “I’m going to destroy your club with a conviction I call religious.”    
1. “I don’t trust a man with curly hair.”
See..? :D


Rachel Berry (Lea Michele)
Rachel Berry merupakan personil Glee yang paling menonjol, hampir di setiap episode dia selalu mendapat peran penting dan pastinya menjadi leading vocal wanita, karena dia personil wanita dengan suara terbaik di Glee. Melihat penampilan peran Rachel mengingatkan pada Ugly Betty, entah by accident atau sengaja, keduanya sangat mirip. Kata-kata yang paling memorable dari Rachel: - "Look, I know I'm just a sophomore, but I can feel the clock ticking away and I don't want to leave high school with
nothing to show for it." - "Being great at something is going to change it. Being part of something special makes you special, right? "
Finn Hudson (Cory Monteith)
Sejujurnya, saya tidak begitu menyukai Finn Hudson, karena aktor Cory Monteith aktingnya terlihat kaku. Well, at least he can sing. Kalau Rachel merupakan wanita yang paling menonjol, maka Finn merupakan pria terpopuler di Glee, karena selain sebelumnya me jadi kaptem football di McKinley High, dia juga (accidentally) menjadi leading vocal di Glee. Yang paling menyebalkan buat saya aktor pemeran Finn, Cory Monteith akhir-akhir ini mengencani Taylor Swift setelah Taylor Swift putus dengan Taylor Leuther (lho kok jadi ngegosip sih..? Back to topic! :D)







Mercedes Jones (Amber Riley)
Dia merupakan wanita dengan suara terkuat di klub Glee, semacam Beyonce-nya Glee mungkin. Mercedes tidak begitu banyak menonjol di klub ini, selain warna kulitnya yang kontras, karena satu-satunya wanita kulit hitam di Glee.

Kurt Hummel (Chris Colfer)
Dia adalah satu-satunya personil Glee yang Gay (aka banci :P). Well, dari sudut pandang saya sebagai pria normal, dia merupakan karakter yang paling annoying (ini pendapat pribadi loh, no offense girls! :D). Selain gay dia juga memiliki bakat unik, yaitu menyanyi dengan suara menyerupai wanita. Adegan yang paling menonjolkan sosok Kurt Hummel adalah ketika dia menari layaknya Beyonce di lagu Single Ladies, damn what a sissy boy. Kayanya kalau saya bertemu dengan pria seperti Kurt Hummel di jalan pasti saya sudah manjauh :D.

Artie Abrams (Kevin McHale)
Artie adalah satu-satunya anggota Glee yang cacat, dia harus menggunakan kursi roda karena mepunyai cacat pada kaki. Dia sempat menonojol di episode 'Wheel' yang berfokus kepada masalah siswa cacat di McKinley High seperti Artie. Walaupun cacat ternyata tidak mengurangi tekad dia untuk selalu tampil di klub Glee. Personally, this is how a musical series should made..! Sebagai TV series yang terbilang baru, Glee cukup menyedot perhatian banyak orang dan kritikus (dan blogger :D) dikarenakan sukses secara komersil yang diluar dugaan. Bahkan bisa membuat orang yang tidak suka film musikal seperti saya menjadi penggemar Glee :D.

Minggu, 23 Januari 2011

Fakta tentang Facebook

Quantcast
  1. Lebih dari 14.000.000 orang pengguna memperbaharui status minimal dalam sehari
  2. Facebook punya lebih dari 100.000.000 pendaftar.
  3. Pengguna rata-rata memiliki 100 orang teman
  4. Ada lebih dari 50.000 aplikasi untuk Facebook dan aplikasi baru bertambah 140 per hari
  5. Jumlah pengguna yang aktif lebih dari 25.000.000 orang.
  6. 50% lebih pendaftar Facebook bukan orang kuliahan
  7. Lebih dari 2.000.000 pengguna menjadi penggemar sesuatu.
  8. Jumlah foto yang di-upload lebih dari 700.000.000 perbulan.
  9. Lebih dari 2.000.000 event dibuat setiap bulan
  10. Facebook sudah diterjemahkan kedalam 15 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Masih ada 60 bahasa lagi yang masih dalam proses
  11. Lebih dari 70% pengguna Facebook bertempat tinggal diluar Amerika
  12. Sekitar 95% pengguna menggunakan satu aplikasi dalam Facebook

Pemain Terkenal di Timnas Indonesia

Pemain Terkenal

Timnas Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepakbola Asia.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan
Vietnam.

Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Sejarah Indonesia di Piala Dunia FIFA

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [1]

Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938, saat melawan Hungaria

Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadiun Velodrome Municipal, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah

7 Fakta tentang Irfan Bachdim

Profil Irfan Bachdim, kumpulan foto Irfan Bachdim, pemain naturalisasi Indonesia, foto profil & gamba Irfan Bachdim, pemain PSSI, timnas Indonesia, pemain nasional garuda
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfLKI3SB5P0UmVH_pQYSAUlr4GzvkYztv9mxq1M6cD6hQ7onxRp1RFNp7SM4vH5DKZfVnAYVsS_GVq2IIQhEc3NjrEz_lZSBU7yfbrShn4gDymwDHVU2PphBjnFnLea2jPMEKnrWIeZD8/s1600/Biodata_Irfan_Bachdim.jpg

1. Ayah Irfan Bachdim
Ayah Irfan, Noval Bchdim pernah menjadi pemain Persema Malang di era 80-an. Ayahnya yang asli Indonesia menikahi ibunya yang merupakan keturunan Belanda. Tempat tinggal keluarganya di Indonesia berada di Lawang, kabupaten Malang. Sedangkan sejak kecil pria kelahiran 11 Agustus 1988 ini tinggal di Amsterdam bersama ibunya.


2. Perjalanan karier Irfan Bachdim
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ83I4QZ1qEALQwzrcxvY96YHVe0BEbK-bOmy9dUzI63KsHxzZE
Irfan pernah bergabung di akademi sepak bola Ajax Amsterdam sekitar tahun 1996. Setelah 3 tahun pindah ke SV Argon. Di klub ini ia menjadi pencetak gol terbanyak meskipun posisinya sebagai gelandang. Tahun 2002 Irfan kemudian direkrut ke FC Utrecht dan menanda tangani kontrak dengan klub tersebut. Ia bermain untuk tim junior Utrecht dan pernah juga menjadi pemain cadanga tim senior Utrecht. Setelah kontrak berakhir, pada Juli 2009 ia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

3. Ditolak Persib dan Persija
Pada Maret 2010 lalu, Irfan mengikuti seleksi pemain di Persib Bandung dan Pesija Jakarta, namun kedua klub tersebut tidak memilihnya.

4. Awal mula diterima di Persema
Pada tanggal 9 Agustus, pria bernama lengkap Irfan Haarys Bachdim ini direkrut oleh pelatih Persema Malang, Timo Scheeunemann, setelah melihat permainan Irfan dan pemain muda lainnya berlaga untuk tokoh sepak bola Lucky Acun Zaenal di stadion Gajayara, Malang.

5. Penampilan Irfan Bachdim di timnas Indonesia
http://www.mybloglogs.info/wp-content/uploads/2010/12/irfan-bachdim-saat-laga-lawan-laos.jpg
Penampilan perdana Irfan bersama timnas Indonesia adalah saat timnas menang 6-0 pada pertandingan persahabatan melawan Timor Leste di Palembang pada 21 November 2010. Penampilan perdana pada tournamen resmi ditunjukkan pada ajang AFF Suzuki Cup 2010 melawan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada 1 Desember 2010. Ia berhasil mencetak 1 gol.

6. Pacar Irfan Bachdim
http://media.vivanews.com/images/2010/12/02/100761_irfan-bachdim-dan-jennifer-kurniawan.jpg
Mengetahui Irfan sudah mempunyai pacar, membuat banyak kaum hawa sedikit kecewa. Pacar Irfan diketahui bernama Jennifer Kurniawan yang berprofesi sebagai seorang model. Untuk menghilangkan kerinduan pacarnya yang sekarang berada di Jerman, Irfan menggunakan layanan jejaring sosial twitter.

7. Bukan pemain naturalisasi
Sering disebutkan bahwa Irfan adalah pemain naturalisasi. Namun hal ini ditampik oleh pamannya tinggal di Indonesia bahwa Irfan bukan merupakan pemain naturalisasi karena ia punya kartu pasport negara Indonesia.

Itulah 7 fakta seputar Irfan Bachdim, sosok yang sedang diidolakan oleh banyak kaum hawa pada saat ini.